Rafflesiapatma menjadi tanaman langka karena proses 10 Tumbuhan langka di Indonesia | Raph Allghifarry โ€Ž Berikut ini adalah 10 terpopuler tanaman langka di indonesia : 1. Sumatera Kalimantan Sulawesi Jawa Barat Maluku dan Irian Jaya. c Jawa Barat Daerah penghasil batik di Jawa Barat, antara lain Cirebon dan Tasikmalaya. Batik Cirebon memiliki kekhasan sendiri, yaitu motif mega mendung yang kaya akan warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau, merah, dan hitam. Batik Tasikmalaya yang sangat terkenal adalah batik sarian yang merupakan kumpulan beberapa motif gabungan dari motif Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang memiliki luas kurang lebih 122.956 hektar diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia (Natural World Heritage Site) pada tahun 1992 oleh UNESCO. Pada tahun yang sama kawasan di ujung paling Barat Pulau Jawa ini juga diresmikan menjadi Taman Nasional pertama yang dimiliki Indonesia. Taman Nasional Ujung Kulon Beberapapotensi kawasan perkebunan di Jawa Barat yang sudah dikembangkan atau yang mungkin dikembangkan sebagai objek agrowisata, antara lain adalah: flora-flori, lahan perkebunan seperti perkebunan teh, kopi, karet, kelapa dan kakao, lahan usaha pengembangan berbagai macam ternak mulai dari unggas sampai kepada mamalia ataupun wilayah Ketigasub cekungan tersebut di batasi tinggian yang merupakan blok naik dari sesar-sesar utama tersebut, yaitu : Tinggian Tangerang, Tinggian Rengasdengklok dan Tinggian Kendanghaur Gantar (Soejitno dan Yahya, 1984). Secara tektonik daerah cekungan Jawa Barat Utara merupakan bagian dari busur belakang dari sistem subduksi di selatan Pulau Jawa. mMYcHR. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, adat istiadat dan keanekaragaman flora dan fauna. Disetiap daerah di Indonesia pastinya memiliki jenis flora khas daerah tersebut. Pembahasan kali ini kita akan membahas terkait flora nusantara yang mendapat status sebagai simbol flora nasional yang melambangkan Indonesia serta keanekaragaman hayati Indonesia. Selain itu kita kana membahas juga terkait lambang flora provinsial yang melambangkan tiap-tiap provinsi yang ada di Indonesia. Flora Nusantara Flora Nusantara merupakan flora yang ditetapkan oleh Pememrintah Indonesia yang dimaksudkan sebagai harapan dan mamapu mewakili karakteristik bangsa dan Negara Indonesia. Indonesia memiliki tiga jenis bunga nasioanl yang ditetapkan melalui keputusan Presiden Indonesia Nomor 4/1993. Jenis bunga tersebut antara lain 1. Bunga melati Jasminum sambac ditetapkan sebagai Puspa Bangsa 2. Bunga anggrek bulan Phalaenopsis amabilis ditetapkan sebagi Puspa Pesona 3. Bunga Padma Raksasa Rafflesia Arnoldii ditetapkan sebagai Puspa langka Flora Identitas Provinsi di Indonesia Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 1989 tanggal 1 September 1989 tentang Pedoman Penetapan Identitas Flora dan Fauna Daerah, berikut ini adalah daftar flora identitas di Indoneisa. 1. Aceh โ€“ Bunga Jeumpa Michelia champaca 2. Bali โ€“ Majegau Dysoxylum densiflorum 3. Bengkulu โ€“ Rafflesia Arnoldii Rafflesia Arnoldii 4. Banten โ€“ Kokoleceran Vatica bantamensis 5. DKI Jakarta โ€“ Salak condet Salacca edulis 6. DI Yogyakarta โ€“ Kepel Stelechocarpus burahol 7. Gorontalo โ€“ Gofasa, gupasa Vitex cofassus 8. Jambi โ€“ Pinang Merah Cyrtostachys renda 9. Jawa Barat โ€“ Gandaria Bouea macrophylla 10. Jawa Tengah โ€“ Kantil Michelia alba 11. Jawa Timur โ€“ Sedap malam Polyanthes tuberosa 12. Kalimantan Barat โ€“ Tengkawang tungkul Shorea stenoptera 13. Kalimantan Selatan โ€“ Kasturi Mangifera casturi 14. Kalimantan Tengah โ€“ Tenggaring Nephelium lappaceum 15. Kalimantan Timur โ€“ Anggrek hitam Coelogyne pandurata 16. Kepulauan Bangka Belitung โ€“ Nagasari Palaquium rostratum 17. Kepulauan Riau โ€“ Sirih Piper betle 18. Lampung โ€“ Bunga asar Mirabilis jalapa 19. Maluku โ€“ Anggrek Larat Dendrobium phalaenopsis 20. Maluku Utara โ€“ Cengkeh Syzygium aromaticum 21. Nusa Tenggara Barat โ€“ Ajan kelicung Diospyros macrophylla 22. Nusa Tenggara Timur โ€“ Cendana Santalum album 23. Papua โ€“ Buah merah Pandanus conoideus 24. Papua Barat โ€“ Matoa Pometia pinnata 25. Riau โ€“ Nibung Oncosperma tigillarium 26. Sumatera Barat โ€“ Murbei Morus macroura 27. Sumatera Selatan โ€“ Duku Lansium domesticum 28. Sumatera Utara โ€“ Kenanga Cananga odorata 29. Sulawesi Barat โ€“ Cempaka hutan kasar Elmerrillia ovalis 30. Sulawesi Selatan โ€“ Lontar Borassus flabellifer 31. Sulawesi Tenggara โ€“ Anggrek serat Dendrobium utile 32. Sulawesi Tengah โ€“ Eboni Diospyros celebica 33. Sulawesi Utara โ€“ Longusei Ficus minahasae 34. Timor Leste โ€“ Ampupu Eucalyptus urophylla Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang dunia flora dan fauna. Sampai bertemu di artikel artikel lainnya.. ๐Ÿ™‚ FLORA DAN FAUNA KHAS JAWA BARAT Layaknya provinsi lainnya, Jawa Barat telah menetapkan sepasang tumbuhan dan hewan menjadi tumbuhan dan hewan khas atau flora dan fauna identitas provinsinya. Sebagai flora identitas telah dipilih tumbuhan gandaria sebagai maskot sekaligus flora khas. Gandaria adalah tumbuhan dari famili Anacardiaceae yang memiliki nama latin tumbuhan Bouea macrophylla Griff. Sedangkan untuk fauna identitas atau hewan khas dipilih Macan Tutul Jawa atau Panthera pardus melas. Gandaria Flora Khas Jawa Barat Provinsi Jawa Barat memilih dan menetapkan pohon Gandaria sebagai flora identitas provinsi. Flora identitas ini biasa disebut juga sebagai flora khas atau tumbuhan maskot. Pohon Gandaria adalah tumbuhan dari famili Anacardiaceae suku mangga-manggaan, nama latin tumbuhan tersebut adalah Bouea macrophylla Griff. Gandaria Bouea macrophylla Gandaria yang merupakan tumbuhan asli Indonesia, di beberapa daerah mempunyai berbagai nama lokal seperti gandaria Jawa, jatake, gandaria Sunda, remieu Gayo, barania Dayak ngaju, dandoriah Minangkabau, wetes Sulawesi Utara, Kalawasa, rapo-rapo kebo Makasar, dan buwa melawe Bugis. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut sebagai Marian Plum atau Gandaria. Selain di Indonesia, Gandaria tumbuh tersebar di wilayah tropis Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand. Pohon Gandaria Bouea macrophylla yang menjadi flora khas Jawa Barat, mempunyai tinggi pohon hingga mencapai 27 meter. Daun berbentuk bundar telur memanjang hingga jorong dengan panjang 11- 45 cm dan lebar 4 โ€“ 13 cm. Gandaria memiliki buah berbentuk agak bulat dengan diameter antara cm. Kulit buah berwarna hijau saat muda dan kekuningan atau jingga saat tua. Daging buah Gandaria mengeluarkan cairan kental, berbau khas menyengat, dan memiliki rasa agak asam hingga manis. Buah Gandaria muda dimanfaatkan sebagai campuran rujak atau sambal gandaria. Selain dapat dikonsumsi langsung pun dapat dibuat asinan atau sirup. Selengkapnya mengenai flora khas provinsi Jawa Barat ini, baca Gandaria. Klasifikasi Ilmiah Gandaria Kerajaan Plantae. Divisi Tracheophyta. Kelas Magnoliopsida. Ordo Sapindales. Famili Anacardiaceae. Genus Bouea. Spesies Bouea macrophylla Griff. Macan Tutul Jawa Fauna Khas Jawa Barat Mendampingi Gandaria, Macan Tutul Jawa ditetapkan sebagai fauna identitas atau fauna khas provinsi Jawa Barat. Macan Tutul Jawa adalah anakjenis subspesies dari Macan Tutul yang hanya hidup di pulau Jawa, Indonesia saja. Macan Tutul Jawa memiliki dua variasi warna kulit yaitu berwarna terang kuning kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam dan hitam biasa disebut Macan Kumbang. Macan Tutul pun menjadi jenis kucing terbesar yang tersisa di pulau Jawa setelah Harimau Jawa dinyatakan punah. Macan Tutul Jawa Panthera pardus melas Gambar Fajar Andriyanto Nama latin hewan endemik dan khas ini adalah Panthera pardus ssp. melas G. Cuvier. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Javan Leopard. Hidup tersebar di beberapa titik di pulau Jawa seperti di Taman Nasional TN Ujung Kulon Banten, TN. Gunung Halimun Salak, TN. Gunung Gede Jawa Barat, Hutan Lindung Petungkriyono Pekalongan, Gurung Merapi Jawa Tengah, dan TN. Meru Betiri Jawa Timur. Populasi diperkirakan hanya tersisa 250-an ekor saja sehingga membuat hewan langka ini didaftar sebagai spesies Criticaly Endangered dalam Daftar Merah IUCN. Di Indonesia sendiri Macan Tutul, selain ditetapkan sebagai fauna khas Jawa Barat, pun ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi. Klasifikasi Ilmiah Macan Tutul. Kerajaan Animalia. Filum Chordata. Kelas Mammalia. Ordo Carnivora. Famili Felidae. Genus Panthera. Spesies Panthera pardus. Subspesies Panthera pardus melas G. Cuvier. Macam-Macam Flora Bagian Barat - Kids, apa kamu tahu berbagai jenis-jenis flora Indonesia bagian Barat? Indonesia kaya akan flora dan faunanya yang tersebar di tiga kawasan dan dibagi menjadi empat wilayah. Kali ini kita akan membahas flora Indonesia bagian barat, seperti jenis, karakteristik hingga contohnya. Baca Juga Pembagian Flora Indonesia Bagian Tengah Jenis dan Persebarannya Jenis-Jenis Flora di Indonesia 1. Flora Sumatra-Kalimantan 2. Flora Jawa-Bali 3. Flora Kepulauan Wallacea 4. Flora Papua Sekarang kita bahas apa saja flora Indonesia bagian Barat, ya! Flora Indonesia bagian barat Bagian barat Indonesia terdiri dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Nah, sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan beriklim hujan tropis. Iklim ini membuat wilayah tersebut memiliki iklim yang curah hujannya tinggi sehingga tingkat kelembapannya basah. Bahkan wiayah ini memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Untuk itu, vegetasi yang mendominasi adalah hutan hujan tropis dengan tanaman heterogen, hutan muson tropis, sabana tropis, serta hutan bakau. Baca Juga Jenis-Jenis Flora dan Fauna di Indonesia Beserta Persebarannya Jenis-Jenisnya berdasarkan wilayah 1. Jenis flora khas hutan muson tropis adalah pohon jati. 2. Jenis yang mendominasi wilayah Jawa Timur dan Bali adalah sabana tropis, seperti pohon pinus mercussi dan cemara. 3. Jenis flora pantai tropis di Pulau Jawa dan Bali hutan bakau. Contoh-contoh flora Indonesia bagian Barat 1. Rafflesia Arnoldi 2. bunga bangkai Amorphophallus Titanum 3. Pohon keruing 4. Meranti 5. Jati 6. Pinus 7. Kapur barus 8. Rotan Baca Juga Mengenal Jenis-Jenis Flora dan Fauna yang Berasal dari Asia Tenggara - Ayo kunjungi dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani dunia pelajaran anak Indonesia. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan Pulau Jawa merupakan salah satu pulau yang terdapat di Indonesia. Keberadaan keanekaragaman hayatinya setiap tahun mengalami kemunduran, bukan tidak mungkin beberapa di antaranya telah hilang atau punah. Berikut ini adalah beberapa flora endemik yang hanya bisa ditemukan di pulau Jawa saja, apa sajakah itu?1. Edelweis Anaphalis javanicaMemiliki nama lain yaitu bunga senduro adalah tumbuhan endemik pada zona alpina di setiap pegunungan di Indonesia. Tinggi tanaman ini bisa mancapai 8 meter dengan batang sebesar kaki manusia dan masuk ke dalam tumbuhan langka. Bunga โ€“ bunga edelweis akan bermekaran pada bulan April hingga Agustus. Pada tahun 1988, sebanyak 636 batang bunga edelweis dibawa oleh pengunjung dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango salah satu tempat perlindungan terakhir edelweis. Namun, sekarang setiap pendaki yang ketahuan memetik dan membawa bunga edelweis akan dikenakan hukuman dan Cempaka Putih Michelia albaCempaka putih atau lebih dikenal sebagai kantil oleh masyarakat Jawa, sering dimanfaatkan untuk digunakan pada upacara โ€“ upacara penting tradisional maupun ritual. Cempaka putih juga dimanfaatkan untuk aksesoris penghias pengantin wanita bersamaan dengan melati dalam kebudayaan Jawa. Bunganya berwarna putih dengan tinggi pohon bisa mencapai 30 meter. Daunnya berbentuk bulat telur dengan tangkai daun agak panjang atau hampir separuh dari panjang daun. Cempaka putih dapat hidup pada dataran rendah hingga ketinggian meter di atas permukaan laut. Cempaka putih masih berkerabat dengan cempaka kuning atau bunga Sawo Kecik Manilkara kaukiSawo kecik atau sawo jawa merupakan jenis sawo yang mulai langka keberadaannya di Indonesia. Bentuk buah sawo kecil lonjong berukuran 3 โ€“ 4 cm dengan kulit buah berwarna kemerahan jika sudah matang dengan rasa manis sedikit sawo kecik dapat mencapai tinggi sekitar 25 meter dan diameter batang pohon mencapai 100 cm. Sawo kecik dapat tumbuh di wilayah pesisir hingga di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Di Yogyakarta sawo kecik menjadi pertanda bahwa orang yang menanamnya merupakan abdi dalem Kepel Stelechocarpus buraholFlora endemik pulau Jawa selanjutnya adalah Kepel atau burahol, yaitu tumbuhan yang hanya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dahulu buah kepel menjadi makanan favorit bagi putri kraton di Jawa sebab dipercaya dapat membuat keringat menjadi wangi dan air seni tidak berbau menyengat. Sekilas kulit buah berwarna coklat mirip dengan sawo dan menempel di bagian batang pohon. Jika dibelah daging buah kepel berwarna jingga dan memiliki aroma mirip seperti bunga mawar dengan campuran buah sawo. Daging buah kepel dipercaya dapat meluruhkan kecing, mencegah radang ginjal serta menjadi obat alami kemandulan sementara bagi wanita. Kepel menjadi tanaman hias pada pekarangan, sebab saat pucuk daun muda muncul secara serentak akan tampak berwarna merah lalu berubah menjadi keungunan hingga akhirnya menjadi warna Gandaria Bouea macrophyllaTumbuhan ini dinobatkan sebagai tanaman identitas provinsi Jawa Barat. Gandaria memiliki banyak julukan antara lain jatake, ramania, kundangan dan masih banyak lagi. Hampir semua bagian dari tanaman gandaria dapat dimanfaatkan, namun yang paling sering yaitu gandaria muda banyak dimanfaatkan untuk dikonsumsi dan diolah menjadi rujak atau sambal sedangkan buah gandaria tua bisa konsumsi langsung. Rasa buah gandaria cenderung asam dengan sedikit rasa manis. Daun mudanya juga dapat dikonsumsi sebagai lalap oleh masyarakat Bambu Embong Bambusa CornutaBambu embong menjadi jenis bambu yang ditemukan pada abad ke 18 dan menjadi jenis satu โ€“ satunya yang masih hidup di dunia dan hanya ada di Malang, Jawa Timur. Selama ini orang beraggapan bahwa bambu embong sama seperti bambu pada umumnya, mengganggu tanaman lain dan bentuknya tidak begitu yang membedakan dengan bambu pada umumnya yaitu, tumbuh tidak mengumpul menjadi rumpun tetapi menjalar dan saling mengikat. Sifatnya itulah yang dapat mencegah erosi dan cocok dibudidayakan pada lereng Bayur Pterospermum javanicumBayur atau bayor merupakan tanaman jenis pohon yang mempunyai kualitas kayu cukup baik. Banyak ditemukan di dataran rendah di ketinggian meter di atas permukaan laut terutama di daerah dengan iklim tropis seperti di Indonesia. Tinggi pohon bayur bisa mencapai 45 meter dengan gemang batangnya sepanjang 1 berbentuk bundar telur dengan lebar 4 โ€“ 14 x 2,5 โ€“ 7 cm dan bagian ujung meruncing. Meskipun sering ditemuan hidup pada tanah lembab yang tidak digenangi oleh air, bayur masih dapat hidup pada tanah kering, tanah berpasir atau tanah liat Jeruk Jepara Limnocitrus littoralisJeruk jepara atau yang lebih dikenal sebagai jeruk swing sempat dinyatakan punah atau hilang oleh para ahli botani di tahun 1969. Salah satu faktor punahnya jeruk jepara ini yaitu telah hilang habitat asli dari jeruk ini. Sesuai dengan namanya, jeruk ini bisa ditemukan sepanjang pantai Rembang dan Jepara. Hingga puluhan tahun kemudian, jeruk jepara berhasil ditemukan kembali di tempat asalnya di tahun 1979 dan berhasil dikonfirmasi kembali oleh Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta pada tanggal 6 Oktober 1984. Bagi masyarakat sekitar, jeruk jepara dikenal dengan nama jeruk-jerukan dan hanya dimanfaatkan untuk bermain ketapel. Jeruk jepara berdiameter 3 โ€“ 5 cm dan di dalamnya terbagi menjadi 5 ruang dengan masing โ€“ masing ruang terdapat 2 biji. Rasanya asam dengan campuran asin sehingga kurang enak untuk dikonsumsi. Namun kelebihan jeruk jepara yaitu dapat tumbuh di lahan berpasir dengan kandungan garam tinggi Mangga Lalijiwa Mangifera lalijiwaMangga yang satu ini termasu kelompok mangga endemik yang dapat ditemukan di Semarang Jawa Tengah dan Yogyakarta. Nama lalijiwa sendiri berasal dari bahasa jawa yaitu โ€œlaliโ€ yang artinya lupa dan jiwa, sehingga jika diartikan bahwa rasa mangga tersebut akan membuat pemakan menjadi lupa diri. Secara bentuk fisik pohon mangga lalijiwa tidak jauh berbeda dengan pohon mangga pada umumnya yang mempunyai tinggi sekitar 8 meter dan tajuk 9 meter untuk diameternya. Bentuk buahnya bulat sedikit lonjong dengan panjang sekitar 7 cm dan berat 200 gram. Sayangnya keberadaan pohon mangga lalijiwa mulai jarang terutama di habitat aslinya. Tidak heran jika saat ini status mangga lalijiwa masuk ke dalam daftar merah oleh beberapa flora endemik Pulau Jawa yang harus dilestarikan. Semoga artikel ini bermanfaat. 1. Fauna Endemik Jawa Barat Indonesia memang merupakan bangsa yang besar dan ini telah diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Tak terkecuali dalam hal keanekaragaman hayati yang melimpah. Indonesia tercatat menduduki peringkat pertama dunia perihal jenis hewan mamalia dengan jumlah mencapai 515 jenis, 125 jenisnya merupakan hewan endemik yakni hewan yang tidak ditemukan di daerah lain. Peringkat kedua diduduki oleh kupu-kupu dengan jumlah mencapai 151 jenis. Sedangkan reptil berada di peringkat ketiga dunia dengan jumlah mencapai lebih dari 600 jenis. Jenis burung menduduki peringkat keempat dengan jumlah mencapai 1519 jenis, 420 jenis di antaranya merupakan hewan endemik. Terakhir, amphibi berada di peringkat ke lima yang meliputi hingga 270 jenis. Jawa Barat sendiri memiliki beberapa hewan endemik yang tidak ditemui di wilayah lain beberapa hewan masih bisa ditemui di daerah jawa lainnya, yakni Macan Tutul, Owa Jawa, Surili, Elang Jawa, Burung Cerek Jawa, Kancil Jawa, Kodok Darah, Kukang Jawa, Kucing Bakau, dan Lutung Jawa. Macan Tutul Panthera pardus Pada tahun 2005, Macan Tutul telah ditetapkan sebagai hewan khas Jawa Barat menggantikan posisi Badak Jawa. Apabila melihat dari sisi historisnya, Macan Tutul ini sejak dulu telah dijadikan ikon kegagahan Kerajaan Padjajaran. Masyarakat Sunda percaya bahwa macan tutul merupakan penjelmaan dari leluhurnya. Macan Tutul Jawa umumnya berukuran paling kecil bila dibandingkan dengan macan tutul lainnya. Namun mereka terkenal dengan sifatnya yang sangat cerdik, tangguh memanjat pohon, dan memiliki pendengaran dan penglihatan yang kuat. Hal inilah yang membuat Jawa Barat menggunakan hewan ini sebagai perlambang kekuatan, kecerdikan, kegagahan, dan keindahan. Satwa ini termasuk satwa yang dilindungi dan masuk dalam kategori โ€œgentingโ€ yakni golongan satwa yang keberadaannya hampir punah dan satu-satunya kucing besar yang tersisa di Pulau Jawa. Daerah populasinya bisa ditemukan di Taman Nasional Gunung Pangrango. Mereka memiliki dua variasi warna, yakni macan tutul yang berwarna terang dan macan yang berwarna gelap macan kumbang. Owa Jawa Secara morfologi, Owa Jawa dipenuhi dengan rambut berwarna abu-abu keperakan, tidak memiliki ekor, berpostur tubuh tegak, dan mempunyai tangan panjang yang berguna untuk menunjang pergerakannya di pohon. Panjang tubuh individu jantan dan betina bisa berkisar 570 โ€“ 880 mm dengan berat tubuh sekitar 4-8 kg. Owa Jawa termasuk binatang yang dilindungi sejak tahun 1931. Sekarang populasinya terus menyusut hingga ada sekitar โ€“ ekor saja. Penyusutan habitat ini biasanya akibat ulah manusia yang suka melakukan perburuan. Mulanya keberadaan owa ini tersebar di seluruh penjuru Pulau Jawa, namun karena perubahan kondisi habitatnya kini populasinya hanya bisa ditemukan di Jawa Barat, dan sebagian kecil Jawa Tengah. Owa Jawa umumnya memakan buah, biji, bunga, dan daun muda. Namun tidak menutup kemungkinan mereka juga memakan ulat pohon, rayap, madu, dan beberapa jenis serangga lainnya. Surili Presbytis comata Surili merupakan hewan sejenis primata yang memiliki bagian punggung berwarna hitam atau coklat keabuan, disertai dengan jambul yang berwarna hitam. Namun tubuh bagian depannya dipenuhi dengan warna putih. Sedangkan warna muka dan telingannya berwarna hitam kemerahan. Panjang tubuh bisa mencapai 600 mm dengan berat sekitar 6 kg. Surili bisa ditemukan di kawasan hujan tropis dan hutan pegunungan. Hewan ini hanya ada di wilayah Jawa Barat dan Banten, tepatnya di kawasan hutan konservasi dan hutan lindung. Surili biasa memakan daun muda atau kuncup daun, namun bisa juga memakan serangga, jamur, dan tanah. Fauna ini lebih senang hidup berkelompok dengan jumlah 7 โ€“ 12 individu. Setiap kelompok biasanya terdiri dari satu jantan dengan satu atau lebih betina. Elang Jawa Nisaetus bartelsi Apabila melihat pada lambang negara Indonesia yakni burung Garuda, maka hewan yang dapat merefleksikannya adalah Elang Jawa. Namun keberadaannya kini terancam punah lantaran banyak perburuan liar yang dilakukan oleh manusia. Biasanya hewan ini diperdagangkan di pasar gelap untuk dijadikan hewan piaraan. Sehingga diperkirakan populasinya kini hanya tinggal 600 ekor. Habitat Elang Jawa biasanya dapat ditemui di wilayah hutan primer dan daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan. Di Jawa Barat, Elang Jawa dapat dijumpai di Gunung Pancar, Gunung Salak, Gunung Gede-Pangrango, Gunung Papadayan, Gunung Patuha, dan Gunung Halimun. Secara morfologi, Elang Jawa memiliki jambul menonjol sebanyak 2-4 helai dengan panjang mencapai 12 cm. Panjang tubuh hewan ini bisa mencapai 60-70 cm, berbulu coklat gelap pada punggung dan sayap. Sedangkan ekornya bergaris-garis hitam. Elang Jawa ini memiliki sorot dan penglihatannya sangat tajam, berparuh kokoh, kepakan sayapnya kuat, berdaya jelajah tinggi, dan bila berdiri sosoknya akan terlihat gagah dan berwibawa. Burung Cerek Jawa Charadrius javanicus Burung yang memiliki warna dominan coklat dan putih ini berukuran sangat mungil yakni hanya sekitar 15 cm saja. Burung ini sudah jarang ditemui dan termasuk dalam fauna yang dilindungi. Uniknya, sarang-sarang yang mereka buat berada di tanah dengan dibentuk cekungan untuk menaruh telur-telurnya. Biasanya mereka hanya bertelur 1-3 telur saja. Habitat Cerek Jawa ini bisa ditemui di daerah sekitar tambak, pantai pasir, padang rumput berpasir dekat pantai, maupun di sungai. Kancil Jawa Tragulus javanicus Kancil merupakan hewan sebangsa rusa dari genus Tragulus yang memiliki tubuh kecil. Biasanya tubuh bagian atasnya berwarna coklat kemerahan, dan tengkuk bagian tengah berwarna lebih gelap dibanding bagian tubih lainnya. Ciri dari kancil jantan yakni tidak memiliki tanduk tetapi dibekalo gigi taring yang memanjang keluar dari mulutnya. Kanci biasanya hidup di hutan primer dan sekunder yang cukup lebat atau tanah kering di dataran rendah atau kaki bukit yang tidak jauh dari sungai. Umumnya, kancil dapat ditemui di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Mereka termasuk dalam kelompok herbivora yang memakan rumput, daun-daunan, kecambah, buah-buahan, ubi, dan lain-lain. Kodok Darah Leptophryne cruentata Secara morfologi, kodok darah atau yang lebih dikenal dengan kodok merah ini memiliki warna kulit hitam yang dipenuhi dengan bintik-bintik berwarna merah darah. Ukurannya kecil dan ramping. Biasanya hidup di daerah dekat air yang mengalir deras di daerah ketinggian antara โ€“ meter dpl. Kodok jenis ini tergolong hewan endemik Indonesia dan hanya bisa dijumpai di Taman Nasional Gede-Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Hewan ini termasuk hewan yang terancam punah, bahkan statusnya ditetapkan menjadi โ€œkritisโ€ dimana diartikan sebagai hewan yang terancam punah tertinggi sebelum status โ€œpunahโ€. Mungkin kedengarannya sepele bila hewan yang dilindungi adalah hanya seekor kodok, namun ternyata keberadaan kodok ini sangatlah berpengaruh terhadap perubahan lingkungan. 2. Flora Endemik Jawa Barat Selain keanekaragaman fauna yang kaya, Indonesia pun terkenal dengan kekayaan aneka flora yang melimpah. Semua suku utama tumbuhan yang hidup di bumi dapat ditemukan di Indonesia. Indonesia setidaknya memiliki sekitar jenis tumbuhan, jenis lumut, jenis paku, dan jenis tumbuhan biji. Dari sekian ribu jenis tumbuhan tersebut, hanya sekitar 10% saja yang baru didayagunakan. Sedangkan sisanya belum digali dan dikembangkan secara optimal. Di Jawa Barat hidup beberapa tumbuhan endemik yang menjadi ciri khas dari wilayah tersebut, antara lain Gandaria, Anggrek Bulan, Kepuh, Bunga Rhododendron, Sawo Kecik, dan Rafflesia Patma. Gandaria Bouea macrophylla Buah Gandaria terpilih sebagai buah yang menjadi identitas kebanggaan warga Jawa Barat, berdampingan dengan Macan Tutul yang menjadi fauna identitas Jawa Barat. Secara fisik, tinggi pohon Gandaria bisa mencapai 27 meter. Daunnya sendiri berbentuk bulat telur dengan ujung yang meruncing. Biasanya dapat dijumpai di daerah beriklim tropis yang basah. Secara alami, Gandaria ini tumbuh di daerah dataran rendah hingga pada ketinggian 300 meter dpl. Namun, pada tanaman yang dibudidayakan, Gandaria mampu tumbuh dengan baik hingga ketinggia 850 meter dpl. Seluruh bagian dari tumbuhan Gandaria dapat dimanfaatkan dengan baik. Buahnya yang masih muda dapat dikonsumsi sebagai campuran rujak maupun sambal, sedangkan untuk buah yang sudah matang dapat dikonsumsi langsung. Daunnya sering digunakan sebagai peranti lalapan. Dan, batangnya dapat dimanfaatkan sebagai papan atau bahan bangunan. Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis Satu โ€“ satunya bunga yang dijuluki sebagai Puspa Pesona Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Tahun 1993 adalah Anggrek Bulan. Anggrek Bulan merupakan salah satu anggota genus Phalaenopsis, genus yang pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda Dr. Blume. Phalaenopsis sendiri sedikitnya terdiri atas 60 jenis spesies dengan sekitar 140 varietas dimana 60 varietas diantaranya terdapat di Indonesia. Anggrek yang satu ini memiliki ciri khas berupa kelopak bunga yang lebar dan berwarna putih. Namun kini muncul anggrek bulan hibrida yang merupakan anggrek persilangan sehingga dapat menghasilkan warna yang lebih beraneka ragam. Kepuh Sterculia foetida Kepuh merupakan sejenis pohon tahunan yang berukuran besar dan tinggi dengan daun menjari. Secara fisik, tinggi pohon Kepuh bisa mencapai 40 meter dengan diameter batang bagian bawah sekitar 3 meter. Buah Kepuh berbentuk agak lonjoong dan besar hingga berukuran 7-9 cm dengan lebar sekitar 5 cm. Kulit buah tebal dan keras dengan warna merah kehitaman. Bentuk buahnya yang aneh seringkali masyarakat menyebutnya sebagai buah genderuwo. Disinyalir pohon ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan biofuel. Biasanya Kepuh ini banyak ditemukan di beberapa tempat yang dianggap keramat, seperti kuburan. Kepuh banyak terdapat di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter dpl, terutama di daerah kering. Walaupun sering dianggap menyeramkan, namun Kepuh ini menyimpan sejuta manfaat, salah satunya untuk pengobatan. Hampir semua bagian tanaman dari kulit, batang, daun, buah, dan bijinya dapat digunakan sebagai campuran jamu. Penyakit yang bisa disembuhkan antara lain rematik, diuretic, dan diaphoretic. Bunga Rhododendron Rhododendron merupakan salah satu genus tanaman berbunga dengan jumlah spesies mencapai 800-an jenis, baik alami maupun hibrida. Indonesia pun memiliki beberapa spesies yang merupakan asli endemik. Pohon Rhododendron ini berbentuk semak dengan tinggi rata-rata di bawah satu meter. Daunnya kecil berwarna hijau. Semua jenis Rhododendron ini hanya mampu hidup di daerah yang beriklim sejuk, seperti di puncak gunung yang memiliki ketinggian di atas meter dpl. Namun memang bisa dibudidayakan di dataran rendah, tetapi tentu bunga yang dihasilkan akan kalah menarik dengan bunga yang hidup di iklim sebenarnya. Sawo Kecik Manilkara kauki Sawo Kecik atau Sawo Jawa memiliki ukuran pohon sedang dengan tinggi bisa mencapai 25 meter, sedangkan diameter batangnya mampu mencapai 100 cm. Daun-daun Sawo Kecik mengelompok pada bagian ujung batang. Buahnya berbentuk bulat telur berukuran kecil dengan panjang sekitar 3 cm. Sawo kecik yang matang berasa manis namun terkadang agak sedikit sepat. Keberadaan Sawo Kecik kini mulai sulit untuk ditemukan di Indonesia. Padahal manfaat yang terkandung dalam Sawo Kecik ini sungguh luar biasa yakni batangnya yang kuat dan keras sehingga sangat baik untuk bahan bangunan, perabot rumah tangga, alat-alat pertukangan, namun juga bisa diberdayakan untuk dijadikan bahan-bahan seni, seperti patung, ukiran, maupun alat-alat musik. Rafflesia Patma Mungkin bila mendengar nama bunga ini akan teringat pada Rafflesia arnoldi. Namun mereka berdua memiliki ciri fisik yang agak berbeda walaupun masih berkerabat dekat, satu genus. Rafflesia patma merupakan satu di antara 15 jenis Rafflesia yang terdapat di Indonesia. Tumbuhan ini memiliki ukuran bunga yang berdiameter antara 25-30 cm. Bunganya mempunyai lima kelopak berwarna jingga muda agak pucat, adapula duri-duri pada diktusnya. Sumber photo

macam macam flora di jawa barat